Penggunaan Aromatherapy

Aromaterapi digunakan untuk meningkatkan kesehatan oleh masyarakat luas. Aromaterapi berasal dari tradisi Yunani, Romawi, Mesir, serta China yang mengambil esens dari beberapa jenis tanaman dan bunga untuk mencegah serta mengobati penyakit. Esens ini kemudian akan dibalurkan ke kulit, ditambahkan ke air mandi, atau dihirup uapnya. Esens yang berbentuk minyak (karenanya disebut “minyak esensial”) juga diyakini dapat meredakan ketegangan, menyembuhkan luka, serta mengembalikan vitalitas tubuh.

Meski aromaterapi dapat bermanfaat bagi kesehatan, ada beberapa kondisi di mana seseorang tidak dianjurkan untuk memakainya. Jauhkan diri dari aromaterapi, apabila Anda mengalami salah satu dari tiga hal berikut.

1. Sedang hamil
Ada beberapa jenis minyak esensial yang boleh digunakan selama kehamilan, tapi ada juga yang tidak dilarang, seperti mulbery, peppermint, rosemary, kayumanis, hyssop, sage, cedarwood, dan clove. Bahkan, minyak esensial yang terbilang aman untuk kehamilan pun perlu dipakai di bawah pengawasan ahli. Hindari pemakaian pada trimester pertama atau pada wanita dengan riwayat keguguran atau kehamilan yang bermasalah. Selain itu, jumlah minyak esensial yang dicampurkan juga sebaiknya lebih sedikit dari normal.

2. Banyak berinteraksi di bawah sinar matahari
Beberapa minyak esensial sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari sehingga bisa membuat kulit lebih mudah terbakar atau mengalami pigmentasi. Contohnya, minyak esensial dari tanaman bergamot, lemon, dan lime. Jenis minyak esensial ini harus dicampur dengan carrier oil.

3. Memiliki kondisi medis khusus
Jika Anda memang memiliki kondisi medis khusus, tidak ada salahnya berkonsultasi dulu dengan pakar aromaterapi sebelum mulai menggunakannya. Sebab, pada beberapa orang yang mengidap penyakit tertentu, penggunaan aromaterapi tertentu dapat memperburuk kondisi. Misalnya saja, penderita epilepsi tidak dianjurkan memakai aromaterapi rosemary. Mereka dengan tekanan darah rendah dan migrain perlu menghindari lavender, sedangkan yang bertekanan darah tinggi harus menjauhi aromaterapi sage. Bila Anda menderita asma yang cukup berat, sebaiknya tidak memakai aromaterapi karena dapat meningkatkan risiko serangan. Begitu juga dengan mereka yang memiliki kulit sensitif ataupun alergi. Tak ketinggalan, para penderita diabetes juga perlu sangat berhati-hati menggunakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: